Wednesday, April 20, 2011

Lembar Keluhan

Saya harus mengakui, bahwa apa yang saya alami tidak mampu saya atasi sendiri. Dilemanya mendera dan mencambuk saya dengan meninggalkan luka yang sangat dalam dan sulit disembuhkan. Dan colokan demi colokan mengenai kedua bola mata saya, semata untuk menyadarkan apa yang enggan saya lihat atau penglihatan seperti apa yang terlewat selama ini. Meninggalkan jejak depresi.

Kata teman saya, depression is not a sign of weakness, it is a sign that you have been trying to be strong for too long. Saya ngga tau deh, mengerti apa tidak teman saya ini dengan kalimatnya. Yah, mungkin mengerti, tapi dari depresi yang dilihat menurut sudut pandangnya. Tapi saya setuju kok dengan apa yang sudah dia tuliskan di halaman jejaring sosialnya. Ada lagi pernah bilang, jangan curhat. Karena tidak semua orang memahami kamu, yang ada masalahmu tambah runyam, kamu tambah DEPRESI, boro boro jalan keluar, malah penyakit bertambah dalam.

Benar lagi. Makanya saya tidak suka curhat. Tapi kok jadi pada salah paham? Dan itu baru meluncur dari mulut seorang temang yang lain yang mengatakan, mengira bahwa saya sudah move on dari kungkungan masalah saya. Oh oh... wrong impression. 
Saya jadi bingung, dengan bahasa apa saya mesti menunjukkannya? Bahasa verbal, bahasa tubuh, atau bahasa cinta?
Tidak berguna menguasai berbagai macam bahasa asing kalau tidak mengerti bahasa JIWA. Ya, jiwa memiliki bahasa, orang mengenalnya dengan pengertian dan perasaan. Memahami yang itu sangat sulit.
Hei, mengertikah kamu duka cita Widyawati waktu ditinggal Sophan Sophiaan? atau Angelina Sondakh ditinggal Adjie Massaid? Tidak. Karenanya orang banyak bilang ikhlas... relakan... doakan.... Sepertinya sih tanpa harus diberitahu, pasti semua itu akan mereka lakukan. Tapi yang ingin mereka lakukan PADA SAAT ITU, hanyalah menangis. Menangis dan berbicara kepada belahan jiwa mereka, mengucapkan perpisahan dengan cara mereka sendiri.. selama mereka tidak meratap, tidak apa apa kan? Tapi kepedulian orang orang terkadang menghalangi emosi manusia biasa itu keluar dan meluap seperti air bah, dan menyebabkan sisa sisanya menyumbat dan menjadi penyakit yang mengancam di kemudian hari.
Dan menimbulkan depresi. Karena berusaha kuat dan tegar, kehilangan penopang hidup, tapi tidak memperolehnya kembali. 

Untuk hal yang satu ini, tidak ada satu manusiapun mengerti, sampai menyadari perubahan perubahan mencolok terjadi. Dan kemudian apa yang diperoleh? Nasihat. Nasihat yang sampai titik komanya sudah diketahui dengan jelas, dengan muaknya terpaksa ditelan kembali kata demi kata.
Manusia selalu membutuhkan manusia lain untuk bergantung, tapi kemana telinga jiwa dan pengobat lara hati yang sesungguhnya? Saya kira wajar kalau pada akhirnya, orang memutuskan untuk menjalaninya sendiri.

in a relationSHIT

Oh..maaaannnnn......

Menyebalkan.

Sucks.

Egoistic.

Damn hell!

Saya capek banget deh, tuker posisi sifat dan kejelekan. Saya baru saja membaca posting blog milik salah seorang rekan lama, yang sudah entahlah berapa lama terpendam dalam hatinya, saya kira. Saya tidak menyangka hal seperti itu akan keluar dari logika mudanya yang mengagumkan saya sejak dulu. Dia jauh lebih muda daripada saya, tapi dia, walaupun mengakui berdiam dalam area abu abu seperti saya, namun dia mampu memastikan ke arah warna mana dia akan berjalan. Saya ingat, dulu dia berkeinginan untuk suatu saat nanti memiliki dunia kecilnya sendiri, yang tercipta sesuai dengan takdirnya. Namun entah mengapa, sekarang, tampaknya angin merubah arah laju kapal yang dinaikinya. Sekarang dia memantapkan langkahnya hanya untuk memiliki dunianya sendiri yang sama sekali bukan impiannya dulu. 
 
Grow up? Ngga tau. Sadar? Rasanya bukan juga. Terpengaruh lingkungan? Dia cukup kuat kok. Patah hati? ........ eerrrr....... 

Spekulasi yang tidak berani saya jawab. Tapi dulu dia pernah berjanji akan memeriahkan perayaan ulang tahun buah hati saya dengan berperan sebagai badut bersama pasangannya saat itu, yang saya tangkap dari bahasa tubuhnya "Hey, i've got what i want for all this life..".

Tapi waktu memang menggulung kenangan. Waktu merubah seseorang seperti experience yang dialaminya dalam menapaki hari hari ke depan. Waktu mengganti warna dan harapan. Bisa bertambah, bisa pupus segera. Saya pun ikut tergulung dalam tornado waktu yang tidak kenal ampun ini. Dan pasrah....

Entah bagaimana hidup akan membawa saya. Saya ditampar blognya. Saya teringat perkataan seseorang, bahwa saya ini kuat, segala sesuatu pasti mampu saya lewati. Saya tidak perlu takut ditinggalkan, karena saya tahu apa yang terbaik untuk saya. Saya hanya ragu. 

Tidak perlu hubungan sampah untuk bergantung dan berharap perlindungan. Bila hubungan itu tidak mampu melindungi apalagi membahagiakan, apa yang ingin dilakukan? Menangis? Bertahan? Atau melangkah diatas kakimu sendiri?

Jangan salahkan kefeminiman seorang perempuan melemahkannya, atau kemandiriannya menjadikan perempuan sok berani dan melawan kodratnya. Berpasangan, Allah SWT sudah menciptakan setiap mahluk berpasangan. Yang tidak diketahui oleh mahluk mahluk itu, di dunia manakah mereka akan bertemu.

So please, wake up if your relationship become a relationshit...

Kompliziert

Saya baru saja selesai menonton serial favorit saya, Criminal Minds. Serial fiksi menarik yang membahas bagaimana mendalami pola pikir seorang kriminal dalam melakukan kejahatannya, latar belakang dan psikologisnya. Menarik karena emosi manusia yang sangat bervariatif dan kompleks, yang bisa membuat jalur kecil berubah mematikan pada saat seseorang yang tadinya mungkin biasa saja bisa menjadi psikopat.

Untuk urusan kompleks, perasaan perempuan adalah kompleksitas yang paling rumit. Jangankan laki-laki, perempuan pemilik perasaan itu sendiri belum tentu memahami perasaan yang dimilikinya. Kerumitan perasaan seorang perempuan beragam, bisa membuatnya sangat kuat, atau flat sangat lemah sehingga tidak mampu menguraikan problematika yang melandanya dan akhirnya kelebihannya yang paling indah, pasrah dan menangis, akan menjadi rekan sejatinya, sahabat dikala sedih.

Namun bagaimana dengan perempuan dengan perasaan sekuat tembok baja, tetapi sebenarnya adalah dia terpenjara dibalik kekuatan palsunya yang lebih powerful daripada yang tersimpan didalamnya? Siapa yang mampu mendengarkan pekik dan jerit tahanan terpenjara di dalamnya? Sensivitas, Pra menstrual-syndrome, cengeng... akan menjadi tertuduh utama yang dipersalahkan. Perempuan itu lemah karena airmata.

Kompleksitas inilah yang terkadang sulit untuk diselami. Karena itulah alasan belahan jiwa atau bahasa kerennya soulmate muncul. Soulmate inilah yang bisa merogoh kebalik tembok baja untuk menyentuh hati yang rapuh itu tanpa menghancurkan pelapisnya. Soulmate inilah yang mendengar tangis tanpa air mata yang keluar. Soulmate inilah yang menyadari keindahan dibalik sesuatu yang dianggap orang lain biasa saja bahkan tidak menggugah selera sama sekali. Soulmate inilah yang memiliki hati dan telinga setiap saat tanpa harus menjerit memanggilnya. 

Memahami setiap kata tanpa terucapkan... seperti itulah yang didambakan oleh setiap perempuan.

Sunday, April 17, 2011

just shut up!

i will ask if i need advice
i will ask if i need to hear
i will ask if i need help
i will ask if i need to accompany
i will ask if i need asking
i will ask if i need to hug

i will ask if i need you, but when i don't? Just shut up and kee your opinion in your tummy, because it's useless to speak or judge anything when i don't need that. All i can say, whatever with all you're thought about what i do and where i go... Don't ever adversory something that you all never know at all, just humiliate yourself. Thank you. :)

Sunday, April 3, 2011

Cake of marriage

Hari ini saya ngobrol dengan sahabat saya, Ms. R. Awalnya sih kangen aja ngobrol, menceritakan kesemarakan hidup saya hari-hari belakangan ini. So much fun. Trusannya ngebahas perkawinan deh. 

Buat saya, perkawinan bukan sekedar skaral atau ikatan suci, atau menghalalkan (maaf) sex, beranak pinak, dan sebagainya seperti yang menjadi tradisi berdengung dengung yang membuat timbul anggapan bahwa perkawinan itu adalah saling hormat menghormati. 
Perkawinan itu dianggap bahtera, dimana sang suami adalah nahkoda, dan istri mualimnya. Saling berkoordinasi mengarungi samudra kehidupan (jyaahhh.. bahasanya... hahahaa). Perkawinan bentuk manajemen paling sederhana dengan tingkat kerumitan yang tidak bisa diprediksi.
Oke deh, perkawinan adalah suatu proses pemerintahan kompleks dengan warga spesial... Yang pengertiannya harus tingkat tinggi...

Tempo hari saya sedang kumpul dengan rekan rekan semasa SMU, tiba tiba seorang teman saya nyeletuk "Tuh, the real true love"
Dia menunjuk sepasang suami istri lansia yang berjalan melintasi cafe tempat kami nongkrong sambil bergandengan tangan. Kami mengerti maksudnya. Begitulah seharusnya walaupun kami tidak tahu bagaimana perjalanan kehidupan perkawinan mereka sampai mencapai hasil yang seperti itu. Yang pasti, toleransi yang sangat besar ada didalamnya.

Sekarang, sedikit sekali hal seperti itu ada. Pergeseran nilai perkawinan menjadi hubungan relasi saling hormat menghormati. Saya rasa wajar beberapa orang memilih menjalani hidup single dengan status in a relationship sepanjangan. Atau lebih ekstrim lagi, samen leven doang.
Saya teringat membaca wawancara dengan Johnny Depp yang ngga nikah sama pacarnya walaupun punya anak. 
"Saya nyaman dengan kehidupan ini kenapa harus merubah kenyamanan itu?"

Nah... kenapa lembaga perkawinan jadi hal yang ditakuti?

Ada lagi nih..

Kebanyakan pria menganggap apabila pasangan mereka mandiri, maka tidak ada hal yang perlu dipusingkan. 
# Kalo kamu bisa nyetir mobil sendiri, pergi kondangan bareng temen temenmu aja, belanja sendiri, kenapa minta temenin? Aku kan lagi sibuk.. #

Hadeeuuuhhh..... Padahal waktu pacaran, dianter jemput, pintu mobil dibukain, tangan digandengin kayak orang jompo, ditanya tiap saat "Sudah makan belum, sayang?", dan masih banyak lagi romantisme ala anjing gombal lainnya. Menyebalkan? Yup.

Tidak aneh kalau akhirnya ternyata muncullah istilah HAMBAR dalam pernikahan dan mengalihkan perhatian keluar.
Kalau perkawinan ibarat kue, maka 80% potongan kuenya menuju selingkuh, 20% potongan kuenya menuju freak workalholic dan sisa 10% nya entah-apa-yang-dilakukan-hanya-Tuhan-dan-yangbersangkutan-yang-tau.

Bisakah hal ini dikompromikan lagi? Ms. R bilang, jadi kadang nyesel kawin, kalo ternyata jalannya masih kayak gini aja, mending pacaran sepanjangan.
Tuh kan? Apalagi yang saya alami....

Thursday, March 24, 2011

Inspired

"Live as if you were to die tomorrow.  Learn as if you were to live forever."  - Mahatma Gandhi -

Semangat seperti inilah yang harus kita dapatkan setiap hari. Waktu sudah terhitung 24 jam, dikalikan 3600 detik. Jadi kita memiliki 86.400 detik dalam satu hari penuh. Sangat banyak waktu yang bila kita cermat memanfaatkannya, maka banyak hal pula yang mampu kita hasilkan. 
Mungkin terbentur waktu belajar atau bekerja? Dalam waktu seperti itu, apa yang mampu kita dapatkan selain pekerjaan yang harus cepat selesai, atau pelajaran yang harus kita hapalkan? 
Bukankah itu sudah merupakan pemanfaatan waktu? 

Kebanyakan dari orang lebih suka mengobrol pada saat waktu luang mereka. Menurut saya sangat baik sekali. Karena pada saat itu, penawaran-penawaran dalam hidup akan bisa kita tangkap, melalui cara mengobrol ngalor ngidul dengan rekan sekerja. Belajar disekolah pun seperti itu. Membosankan, bila kita tidak mampu mengambil kesimpulan dari yang kita pelajari. Saya terhadap anak-anak, tidak memaksa mereka untuk menjadi pandai dalam akademik. Tapi lebih lihatlah apa yang kamu pelajari dari menonton film kartun, bermain game baik melalui komputer, NDS, PSP atau pusat-pusat permainan, dan terapkanlah dalam hidupmu sehari-hari. Bukankah para pencipta permainan itu bukan hanya mengandalkan imajinasi saja, melainkan kejadian sehari-hari?

Atau menonton sinetron. Walau sangat berlebih-lebihan dalam menghadirkan problema dengan bumbu-bumbu yang memancing segala emosi dari penontonnya, asal muasalnya adalah kehidupan sehari-hari. Para pengarang buku yang piawai menarikan kata-kata dalam selembar kertas kosong dan menjadikannya best seller yang banyak diburu para pembacanya, bukankah mereka juga mencari inspirasi dari alam?

Begitulah jalannya kehidupan selama 86.400 detik itu. Alam menghadirkan inspirasi-inspirasi yang menjadi modal anak manusia untuk belajar, memahami, mengetahui, berimajinasi, dan mampu mengungkapkan "... Saya terinpirasi dari...."

Gandhi berkata benar, hiduplah seolah-olah kau akan mati besok, belajarlah seolah-olah kau hidup selamanya. Kontradiktif dalam kalimat inspirasi ini harusnya bisa kita tangkap dengan makna, bahwa hidup dan belajar akan mengisi 24 jam setiap waktu dalam hidup kita. Membiasakan diri menghitung tiap detik yang berlalu, dan belajar semaksimal mungkin memanfaatkan setiap detik yang berlalu dalam hidup kita, pastinya akan memberikan kita kepuasan tak terhingga. Hingga akhir hayat nanti, yang melekat dalam diri kita tetaplah kebanggaan bahwa, saya tidak akan mati dengan menyia-nyiakan setiap detik dari hidup saya.

Tuesday, March 22, 2011

Kamu adalah kamu yang menentukan pilihan

Saya sebenarnya tidak tahu bagaimana mengungkapkan apa yang saya rasakan beberapa hari ini. Terlalu banyak hal yang berderu dalam kepala saya. Semua bermula ketika saya memutuskan untuk kembali menjalankan rencana yang sudah saya rencanakan sejak dulu namun tertunda karena kelahiran Bunazeer. Tadinya saya memang penuh pertimbangan, ketakutan, rasa cemas dan sebagainya. 

Namun saya mendengar bisikan hati saya yang mengatakan, saya sudah sejauh ini, kenapa tidak saya lakukan. Awal minggu ini saya membaca sebuah artikel tentang seorang wanita sukses karena rajin membuat checklist dari apa yang ingin dilakukannya. Dan tentu saja mematuhinya sebaik mungkin. Saya teringat sepupu saya yang memiliki kebiasaan yang sama, resolusi besar diawal tahun, dan checklist ringan setiap harinya. Segala sesuatu yang dilakukannya selalu berhasil. Saya dulu menirunya, tapi dengan sifat pemalas dan penyungkan saya menyebabkan agenda saya tidak pernah habis dalam satu tahun, dan checklist saya hanyalah sebuah checklist.

Jika saya mau semuanya berjalan lancar, tentunya saya harus mematuhi checklist saya kan? Dan selain itu, pilihan saya adalah milik saya sendiri, ada yang mengatakan hal itu pada saya :) dan pastinya mengubah hidup saya selama-lamanya.

Menonton 'Mona Lisa's Smile', dimana seorang dosen di universitas khusus perempuan di tahun 50-an berusaha mengubah cara pandang mahasiswinya dari perpektif yang berbeda, bahwa segala sesuatu bisa dilakukan dengan bersamaan, tidak membuang impian namun juga tetap berperan dalam norma perempuan. Bahwa perempuan juga punya pilihan, terutama mengenai dirinya sendiri. Jadi ibu rumah tangga bukan takdir, tapi norma masyarakat. Menjadi apa yang kita inginkan dan berhasil, itulah yang dinamakan takdir. Berarti, saya harus berusaha keras meraih takdir saya, dan saya yakin, bisa meraihnya.
Keberanian bukan cuma sekedar bicara, keberanian juga merupakan upaya. Takdir pasti tercapai walau jalan yang dilalui berbeda-beda.

Meine Liebe... Wunscht mir Gluck ^^

Wednesday, March 16, 2011

To be a Winner or/and Different

Hari ini saya absen dari kantor. Pengasuh anak-anak izin sakit, jadilah saya membebisiteri anak-anak dirumah, dari mengurus yang mau sekolah sampai mengantar juga menunggui. Yah..ehm.. bukan ini sih yang mau saya bahas, saya tadi mendengar kutipan percakapan sangat menarik.

Seorang mama berkata kepada cece pemilik warung pempek tempat saya biasa menunggu. Bercerita tentang gank mama-mama yang tipikal sekali gapnya, si keren dan si engga-keren-sama-sekali. Ada clash disitu, akibat dari seorang mama yang ilmu manipulatifnya hebat sekali. Teknik adu domba yang sudah pasti diacungi jempol oleh kompeni seandainya hidup di jaman penjajahan. Waktu saya tanya, siapa sih yang dimaksud, mama itu bilang,"...yang duduk dipojokan sabtu kemarin itu loh, yang matching dari atas sampe bawah...". Ooh..

Saya tau dengan mama yang dimaksud, kita sebut mama mecing (baca : matching :D) deh.. Termasuk orang lama juga disitu, walaupun seniorlah saya. Dan saya sih dari awal sudah bisa menilai, mama mecing ini emang fashionable sekali, namun sayangnya engga sophiscated. Norak, singkat ceritanya. Dengan suara membahana berusaha menarik perhatian yang berusaha didapatkannya, dia juga kelihatan sekali kosong melompong. Dia bisa menjadi pimpinan suatu kumpulan dengan keberaniannya berdiplomasi, salah atau engga, tapi so manipulatif also. Jadilah grup mereka sedikit retak  akibat kesalahpahaman kecil yang seharusnya bisa ditengahi, namun diperbesar olehnya. Tampaknya beberapa orang sudah mulai menghindari grup cucakrawa yang bikin pening kepala saya sabtu kemarin itu. Walau begitu, mama mecing tetap memiliki karisma diantara para mama tersebut (atau sisa mama lainnya berkepribadian lemah, saya tidak tahu...)

Trus pulang dari sekolah, saya nongkrong di depan tv dan menonton reality show milik supermodel Tyra Banks, America's Next Top Model, cyc 15. Sudah sampai kompetisi 2 besar, si C dan si A. C wujud perempuan muda ambisius yang sudah sadar dari kecil apa yang dia mau, jadi terkenal, dan menjadi the ANTM adalah tujuan pastinya. Rata-rata mendukung dia dengan kepribadian ceria dan sangat stabil, percaya diri yang tinggi dan sudah pasti, cantik. Sementara A, jangkung dan canggung. Datang dari lingkungan dimana dia selalu menjadi bahan ejekan, mampir ikut kontes cuma demi membangkitkan kepercayaan dirinya. Suatu keinginan yang kemudian berkembang menjadi ambisi untuk meraih the ANTM, walaupun tidak seambisius C, tapi A serius menjalankannya sehingga seandainya tidak menang, dia cukup bangga bisa meraih sampai tangga yang dicapainya. Siapa sangka, A yang merupakan kuda hitam, mampu menyingkirkan C yang notabene dijagokan sekali untuk menang.
Kehadiran kompetisi menang dan kalah, tidak hanya milik panggung juara. Panggung kehidupan pun seperti itu. Seperti mama mecing yang kemampuannya jika dipergunakan ditempat yang benar, dia pasti akan memperoleh kesuksesan yang luar biasa, secara dunia bisnis dan politik sangat gampang ditaklukan dengan karisma dan kemampuan manipulatif yang terasah dan terarah. Dunia yang tidak memerlukan belas kasihan dari siapapun, karena hukum rimba bermain disini, siapa yang kuat dia yang menang. 
Lalu kompetisi antara A dan C. Walau bersahabat, mereka tetap harus bersaing memperebutkan tempat nomor satu, dengan kemampuan masing-masing, dengan perbedaan masing-masing.

Menjadi berbeda, memiliki banyak segi positif dan negatif. Mama mecing, kepribadian kuat dan mampu menguasai emosi orang lain. C, kepribadian kuat, ambisi kuat dan memiliki keinginan juga kemampuan untuk mencapai apa yang diinginkan. A, kepribadian lemah, biasa-biasa saja, tapi memiliki kemampuan tak terlihat untuk menjadi luar biasa. Setiap orang memilikinya. Banyak orang terkenal memiliki latar belakang bukan siapa-siapa sebelumnya, namun keinginan untuk menjadi 'siapa' membuat mereka berusaha menempa diri dengan lebih baik.
Dunia memang sempit, tetapi selalu ada tempat buat mereka yang mampu membawa sisi positif perbedaan mereka ke permukaan dan menonjol di puncak piramida. 

From zero to hero... so, still unconfidence because u different?

Sunday, March 13, 2011

This is me

Ternyata masih banyak juga yang tidak memahami saya sebenar-benarnya. Walaupun memang benar sih pemikiran mereka, tapi yang sebenarnya tidak segamblang itu...
Ada apa ya? :D

Saya tadi ketemu dengan sahabat saya, Ms. D setelah sekian lama tidak ketemu. Dan sambil brunch bareng, ngobrol-ngobrol, terutama tentang kehidupan pribadi saya yang cukup meriah beberapa bulan ini. Some of my friends said my life just like a boom fireworks after a roller coaster that slip over its rail. Entahlah, dalam kesimpulannya mungkin sedikit berantakan..hehehe..

Ngga juga sebenernya kalau saya mau jujur dari awal dengan mereka. Tapi yah... I am Gemini, the people of Gemini have their own ways to face their problem and no one can follow their mind from  the beginning. Jadi saya rasa wajar kalau mereka sedikit kebingungan dengan pemikiran saya.

Saya tidak pernah bisa menjabarkan pemikiran yang bisa diterima dengan lurus bagi orang-orang yang ada di sekitar saya. Bahkan, tak jarang berbuah suatu polemik, bahwa otak saya ribet, gak wajar, gak waras, bertele-tele, padahal poin yang saya maksud sudah saya sampaikan dengan jelas. That's why Gemini perhaps can be a songwriter because their capability playing words

Sebenarnya mudah memahami saya. Saya bisa berkata seperti ini karena sudah ada yang mengatakannya. Cinta saya bilang, apa yang sulit dipahami dari saya? Pemikiran saya jelas kok adanya, arahnya, maksudnya, bahkan cinta saya bilang mencintai saya karena pemikiran saya yang simpel. Ya. Simpel. Pemikiran saya ngga ribet kalau seandainya lawan bicara saya mau sedikit lebih memperhatikan maksud dibalik perkataan saya. Cinta saya bilang, kamu harus mampu mengungkapkan perasaan kamu yang sebenarnya. Bukannya saya ngga mampu, tapi kehilangan kemampuan itu karena saya selalu dianggap seperti yang saya bilang tadi, diatas, uncapable to speak clear and straight. Jadinya saya males ngomong. Mogok ngomong. 

Kesannya egois ya, maunya diperhatiin kalo ngomong. Bukan itu maksud saya. Kalau seandainya telinga yang mendengar lebih mau mendengarkan, tentu kejadiannya tidak seperti itu kan? Cinta saya sangat baik, dia selalu mendengarkan saya berbicara, dan bisa menarik poin yang saya maksudkan. Itu sebabnya, dia bilang bingung kalau ada yang bilang tidak mengerti saya. 

Balik lagi ke obrolan dengan Ms. D. Dia bilang masalah saya datang berputar karena tidak ada komunikasi dan tidak pernah mau menyelesaikan masalah saya. Salah. Salah. Salah. Masalah saya itu lebih daripada yang terbayangkan. Karena partner trouble maker saya yang tidak bisa memutuskan keberpihakannya. Akibatnya saya yang jadi korban. And as usual,  i can say  nothing to fix it and let it up and down. Saya bisa dikatakan menghindar. Kalau seandainya partner saya itu mau sedikit berkeras dan mengabaikan segala perasaan mellow yang ngga keruan itu, barangkali kesalahpahaman diantara kami tidak akan berlarut-larut. Komunikasi lagi. Balik kesitu. Cinta saya yang mendorong saya untuk berani  menghadapi dan berhenti mogok bicara. Dia berhasil. I did it. I win the battle. Partner saya mengalah. Entah dalam sikap bagaimana, saya mampu berdiri berkeras mempertahankan what the point i mean to be.

Cinta saya pernah berkata kepada saya, i love you exactly how you are and please dont change anything for me, i do love you and how you feel, tough and thoughts. Ini adalah penghargaan tertinggi yang pernah saya dapatkan seumur hidup saya, bukan hanya karena mencintai saya dia mampu mendengarkan maksud saya, tapi karena kesediaannya menyediakan  telinga buat saya.

I am what i am.. this is me... I maybe easy for fall attract to some guy or else, but when they're can hear me, that what makes me fall in love. I need to hear.. This is me for exactly i am...




Tuesday, March 8, 2011

Listen to your heart, you will understand

There's a reason why i like Pocahontas so much than the other Walt Disney's princesses. Beside she's not having classic european beautiful, she also strong and warm heart. Wind is her bestfriend and heart always speaks to her. Grandmother Willow always give her great advices and the most important thing she said is about listen to your heart.

Her meeting with John Smith so beautiful also, just like destine. It seems wind bring him fly to Pocahontas and between the differences they're found love.

I see it with never bored. Now more on, because i have same experience also. From the different culture, different way, met someone so different. With understanding and brilliant thought, taugh everything good and introduce me with different point of view.

Words that John Smith said to Pocahontas when he get caugh by the Indians and Pocahontas said it was all her fault, "No, never said that... It's better like this rather than live a hundred years but not knowing you.. I will always be with you forever no matter what happen.."

It just hit me straight.

For this few days, i felt so regret why me and him separated so soon. I felt destiny is unfair to me, when i met someone that so understand me, completed me in every way we both did, strong and beautiful true love, but it had to be gone soon. Why have i met him? And if he never knew me, he wouldn't be ended like this. After all he did to reached his desires, i made all burned to ashes..... Can never stop blame my self....

But just like Grandmother Willow said, it's your  way. You have to choose. And listen to your heart. I listened to my heart for loving him and take all risk. He listened to his heart and also take all risk.
 For all that he already dreamed for all his precious and short life, he just believe in his way and what destiny told him.

We both blessed for finding beautiful pure love in this fake world, and for what happen, he said he always be with me no matter what happen forever, as long as our red yarn binding us together, we'll always be together. Just like what John Smith told Pocahontas when they were separated... 

And if i never knew him, i would never feel this beautiful feeling...... 

##
If I never knew you, if I never felt this love
I would have no inkling of how precious life can be
And if I never held you, I would never have a clue
How at last I find in you, the missing part of me.


In this world so full of fear, full of rage and lies
I can see the truth so clear, in your eyes, so dry your eyes
And I’m so grateful to you, I’d have lived my whole life through
Lost forever, if I never knew you.

If I never knew you, I’d be safe but half as real
Never knowing I could feel a love so strong and true
I’m so grateful to you, I’d have lived my whole life through
Lost forever, if I never knew you.

I thought our love would be so beautiful Somehow we make the whole world right
I never knew that fear and hate could be so strong
All they leave are worthless whispers in the night
But still my heart is saying we were right.

If I never knew you
There is no moment I regret
If I never knew this love
Since the moment that we met
I’d have no inkling of how precious life can be
If our time’s auspicious as that
Is here at last.

I thought our love would be so beautiful
Somehow we make the world right
I thought our love would be so beautiful
We turn the darkness into light
And still my heart is saying we were right.

We were right
And if I never knew you
I’d have lived my whole life through
Empty as the sky
Never knowing why
Lost forever
If I never knew you (If I never knew you - Shanice/Jon Secada)








Monday, March 7, 2011

Dare to Dream ?

My baby... dont be afraid to dream, because that makes us alive...

Cinta saya pernah berkata seperti itu ketika saya menceritakan impian saya, namun kemuadian berkata kepadanya bahwa itu cuma mimpi saja.

Impian adalah sesuatu yang membuat kita bersemangat dalam meraihnya. Dia berkata kepada saya, bahwa karena mimpinyalah dia bisa bertemu dengan saya. Mimpi untuk memiliki seseorang dengan kriteria yang diinginkannya membuatnya bertahan. Kala semua orang sudah mengatakan untuk melupakan mimpi itu, dia tetap bertahan. Bahkan ketika ibunya sendiri berkata sudahlah, dia bilang "Ma, Tuhan menciptakan dunia begitu besar, tidak mungkin tidak ada impian saya di dalamnya.."
Dan dia benar. Ibunya sangat mensyukuri bahwa impian cinta saya tercapai seperti apa yang diharapkannya. Bertemu dengan saya..

Mendengarnya berkata seperti itu, saya malu. Cinta saya membuktikan banyak hal dihadapan saya, bahwa satu persatu, mimpinya yang dihina dina orang, mampu ia raih. Dia juga bilang kepada saya "Sayang, kamu itu adalah wanita yang sangat pintar, kenapa kamu ragu dengan kemampuan kamu? Tidakkah kamu pernah menilai dirimu tanpa merendahkan diri?"

Saya berpikir, benar apa katanya. Bahkan Nabi Muhammad SAW mengatakan kepada para sahabat dan umatnya, untuk meraih cita-cita setinggi langit, pergilah menuntut ilmu sampai ke negeri China. Itu semua mimpi, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Selama kita berusaha keras untuk meraihnya, dan tentunya atas berkah dan rahmat Allah SWT.

Semua yang tercapai tentu atas izin-Nya. Jadi kalau seandainya mimpi kita tidak tercapai, baiknya melihat hikmah apa yang ada dibaliknya, untuk kemudian berjuang kembali. Mimpi itu tidak pernah ada yang ketinggian, semuanya merupakan tujuan hidup. Semangat dalam hidup agar kita bisa meraih hal yang terbaik dalam hidup kita.

So now, my friend, do you dare to dream? :)




Apa kabar?

 Jalan-jalan, ketemu kawan  Kemudian saling bertegur sapa  Hai. Apa kabar?  πŸ˜ΆπŸ’­ Apa kabar... Saya sudah berbulan-bulan insomnia parah, wala...