Monday, April 16, 2012

Serunya wisata kuliner di Palembang

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah tuit yang mengatakan siempunya akun mungkin bakalan overweight pempek bawaannya, saking banyaknya pesanan. Dan waktu saya nongkrong nungguin antrian di JNE, iseng saya tanya aja, seberapa banyak traffic pengiriman satu hari sampai untuk makanan basah (ya si pempek ini), dan dijawab sama petugasnya, bisa 200 kiloan lebih... Lumayan banyak :p

Pempek memang salah satu penganan favorit khas Palembang dari banyak penganan khas yang banyak ada di Palembang. Mungkin benernya disebut penganan khas Sumatera Selatan. Toko pempek yang ada disalah satu di pusat perbelanjaan disini pun menampilkan sejarah pempek, yang diperkenalkan sejak tahun 1600-an oleh pedagang dari Cina yang menetap disini setelah melihat melimpahnya bahan baku ikan tapi variasinya sangat terbatas, hanya direbus, dipanggang atau digoreng (membuat saya berpikir, jaman dulu bagaimana cara menggorengnya ya?).

Hasil ikan memang berlimpah di Palembang yang dikelilingi oleh sungai. Kalau melihat peta Palembang jaman dahulu, bulu kuduk saya berdiri. Betapa indahnya pemandangan sungai yang bersih dan warganya yang lalu lalang menggunakan sampan sebagai alat transportasinya. Pastinya kreativitas pengolahan makanan berbahan baku ikan banyak sekali. Juga hasil perairan lainnya, udang, cumi dan lainnya. Dan di Palembang, berwisata kuliner lebih seru dengan banyaknya olahan khas yang memang menjadi andalan kota tercinta saya ini.

Jalan-jalan di Palembang pagi hari, selain ngirup cuko,  pilihan lainnya sarapan ala Palembang yang enak, legit dan -wow- (saya kehabisan kata-kata hahahaha) itu mie celor! Mie gendut yang disiram kuah udang kental dan diberi campuran tauge dan potongan telur rebus, juga masih taburan udang rebus cincang pasti membuat drooling ketika membayangkannya saja.. Mau dimakan langsung ok, lebih enak lagi ditambahkan sambal dari cabe ijo. Minumnya? :D


Olahan hasil perairan lainnya yang terkenal datang dari Palembang ini adalah Pindang! Mau pindang ikan -segala macam ikan sanggup dipindang, sesanggup yang makannya karena rasanya asam, manis, pedas- dan menariknya, setiap daerah di Sumatera Selatan ini punya ciri khas masing-masing dalam memasak pindang. Saya pribadi sih paling suka Pindang Meranjat. Rasanya cup cup cup deh! Luar biasa sekali (aduh, kepengen makan pindang.....). Dan mayoritas favorit adalah Pindang Patin, mau mode bagaimanapun cara masaknya... (Saya demennya pindang baung, badan! banyak dagingnya... :D) Dan buat para penggemarnya tersendiri, jam-jam makan siang di berbagai warung pindang, dari yang paling beken sampe gaya warteg, pasti ramai dengan pembeli. Tante-tante saya yang tinggal di Jakarta pun setiap mudik, yang dicari selain pempek, ya pindang... Sampai rela membekukannya biar bisa dibawa pulang kembali. Orang bilang masak pindang kalau bukan di Palembang, beda rasanya. Banyunyo bukan ngambek dari sungi Musi....

Dan olahan hasil perairan campur buah pun sangat terkenal dari Palembang. Tempoyak. Buah durian yang manis itu pun bisa diolah hingga berasa asin dan dicampurkan dengan ikan atau udang, polospun jadi. Ditambahkan dengan petai, dimakan dengan nasi hangat yang mengepul, bisa jadi, inilah kenikmatan dunia. Brengkes tempoyak, baik udang maupun ikan, yang dibungkus daun pisang kemudian dibakar, juga menjadi opsi lain dari memasak hidangan dari fermentasi buah durian ini. Rasanya? Jangan tanya, pejamkan saja mata dan rasakan itu diujung lidah. Dijamin lapar lagi!

Setiap kali saya harus menjamu tamu yang datang dari luar kota, ini semua termasuk daftar teratas untuk dicicipi. Memang sih, tidak semua orang suka olahan ikan atau perairan lainnya, tapi bila mencoba yang dengan hati yang riang dan gembira, pasti makanan apapun akan terasa enak. Dan yang jelas, setiap tamu yang datang berkunjung ke Palembang, pasti akan mencari makanan-makanan ini, terutama pempek.

Oh, ada lagi yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan hasil perairan di Palembang ini, namun sudah melekat dengan kekhasannya DARI Palembang, dan buat anak rantau, makanan ini paling mengganggu dalam mimpi rindu kampung halaman.
Martabak HAR








Mie Atet








 Dan Es Mamat










Selamat menikmati ^^/ Enjoy Palembang..

Sunday, April 15, 2012

Freedom

Bicara tentang kebebasan, bisa diartiin macam-macam. Bebas merdeka berarti bebas melakukan apa yang kita inginkan tanpa ada perasaan terhambat sekalipun.
Feels like fly on the bright sky...

Saya rasakan itu hari ini ketika jalan-jalan dengan Midori. Plat Midori datang hari Sabtu kemarin. Dan saya langsung muter nyari bengkel yang bisa masanginnya. Dapet baut warna ungu..hehehe... tetep, purple union!
Trus dengan bahagianya pulang kerumah. Maunya langsung jalan-jalan tapi hujan sudah turun dengan derasnya. Memang sudah masuk musim hujan lagi.... hawa hujan tercium sejak pagi hari, tapi kelembaban tetep terasa, menandakan ozon memang sudah sangat menipis. Jadi intinya kemaren batal jalan-jalan (sebelon ngelantur, di-cut duluan :D )

Tadinya mau jogging ke KIFPark, tapi efek nyaris terjungkal gara" ngerem mendadak pas mau ngantor hari Jum'at, pinggang sebelah kiri kram memutar sekeliling sampe ke perut segala, trus lengan kiri juga kayaknya kecentit karena menahan Midori jatuh. Alhasil terkapar sejenak sambil meringis dan mengoleskan balsem geliga *sigh

Dan akhirnya memantabkan niat berkeliling dengan Midori, start ke radio dulu, bahas program (sehubungan dengan saya jadi PD/Programme Director menggantika yang lama, terlalu sibuk), lalu saya memikirkan untuk pergi ke toko obat Cina membei kapsul cacing tanah untuk Aisha yang tipusnya sedang kumat, plus pesenan-pesenan lainnya. 

Beberapa hari ketika mengendarai Midori dengan plat bodongnya karena belom diterima, nyali saya setengah-setengah. Walau lebih banyak nakalnya karena nekad menjalankan motor tanpa plat dan TANPA SIM (!), tapi saya tetap mengendarai Midori. Tapi setelah saya mendapatkan plat itu, rasanya perasaan saya ringaaaaaaaaaaannnnnnn sekali... Ini motor saya, milik saya sendiri, atas nama saya dan saya mengendarainya dengan hati bahagia, sebahagia kelahiran seorang bayi, walaupun belum punya SIM (!).

Sambil berkendara, batin saya bertanya, inikah kebebasan? Beginikah rasanya bahagia tanpa tekanan, bebas melakukan apa yang kita mau (saya keliling pasar :D). Kalau saja bebas bahagia mengendarai motor saya rasanya sudah seperti ini plongnya, bagaimana rasanya jika saya mencapai kebebasan finansial?

OMG! Saya berpikir tentang itu!

Sungguh, beberapa hari ini anugrah untuk saya, walaupun saya belum tau bagaimana caranya, tapi saya juga sudah merasakan, bahwa benar, kebebasan finansial itu bukanlah cuma sekedar kata, atau keberuntungan beberapa orang yang mampu meraihnya. Kebebasan yang saya rasakan ketika mengendarai motor baru saya dengan plat (walau belum dengan SIM (><)\) begitu menggairahkan..... Seolah-olah mimpi yang jadi kenyataan.
Dan kebebasan itu bisa kita dapatkan,rasakan, dengan harapan kita masing-masing. 

Bebas menentukan pilihan hidup kita juga merupakan suatu kebahagiaa tersendiri, dan saya ingin mencapainya....

Friday, April 13, 2012

Dream, Motivation, Big Heart and Succesful

Ngga tau mau nulis apa saat ini. Tampaknya saya memang harus memaksa lagi keinginan saya untuk menulis apapun yang saya suka, seperti dulu. Satu per satu beban hati saya terangkat. Jalan hidup memang tidak sekencang itu berputar membawa perubahan untuk kita, tapi lamban. Menunggu kita memahami makna dibalik peristiwa yang dihadirkan dalam hidup. 

Sudah berulang kali saya membaca, mendengar kalimat ini disebutkan, tapi ketika saya menonton Glee 3 kemarin, barulah kalimat ini memaku saya seperti stigmata.

"Masa lalu tidak akan pernah meninggalkan kita, tetapi kita bisa meninggalkannya untuk melangkah ke masa depan yang cerah"

Tidak bermaksud melupakannya, melupakan yang pernah terjadi. Tapi karena adanya masa lalu, baik itu indah, flat atau mencekam, sungguh itu merupakan hal yang menjadikan kita berdiri lebih tegar karena menginginkan yang terbaik. Masa Lalu mungkin buruk, tapi masa depan kita masih bersih, menanti untuk diwarnai dengan warna apapun yang kita inginkan untuk berangkat menyongsong hidup.

Saya lagi membaca bukunya Merry Riana, nih, setelah wara-wiri membaca tuitnya yang manis, dan memikirkan dengan keheranan, kok bisa dia menjadi motivator... Saya ngga mikirin dia jadi miliunernya di usia 26 tahun. Hoki mungkin.... Aih, dengan malunya saya membaca sebaris kalimatnya yang mengatakan, kecenderungan orang berpikir seperti itu, sebaiknya ubah cara pandang dengan lebih positif. hahahaha.... tohokan mantab pisan euy....

Mimpi-mimpinya gila! Tapi dia berusaha mewujudkannya, karena tidak ada mimpi yang gila, yang ada orang menyerah karena kegagalan-kegagalan yang datang. Seharusnya saya sudah tau itu -__-

Saya ingat, pernah berbincang dengan kolega terdekat saya saat ini, Ms. A. Saya bilang padanya tidak berani memikirkan  sesuatu terlalu muluk, sering kecewa. Tapi dia berpendapat lain. Tidak ada salahnya bermimpi, dan disebut-sebut terus. Kita tidak pernah tau arah datangnya rejeki membantu kita meraih apa yang kita inginkan. Iyaaaaa...... nyoba ah.... Saya berpikir begitu. Keinginan saya belum tercapai sih, tapi saya tetap harus bersemangat meraihnya, bukankah begitu seharusnya manusia hidup dimuka bumi ini? 

Motivator yang menyentuh hati saya, barulah si Merry ini. Saya tidak percaya dengan motivator sebelumnya, tapi Merry, mengungkapkan pengalamannya dengan lugas, hal yang bukan hanya dia mengalaminya, tapi bisa jadi 2/3 manusia di muka bumi ini, termasuk saya. Hanya saja, dialah satu-satunya yang bertahan dengan apa yang diinginkannya.

Kekuatan  doa. Semua akan indah pada waktunya. Allah tidak akan meninggalkan kita yang berusaha untuk mengubah hidup kita dengan keras. Saya juga pengen mengalami kebebasan finansial. Barangkali pandangan saya terhadap resolusi juga harus berubah. Diari saya harus berisi tujuan saya. Target. MLM itu ternyata benar-benar termasuk salah satu cara gila mencapai kesuksesan asalkan kita berusaha, sepahit apapun hidup menguji kita dalam pendakian mencapai kesuksesan. Keras terhadap diri sendiri untuk sukses bukan berarti menyiksa diri.

Saya harus bisa.

Itu yang terpenting dalam meraih sukses dalam hidup.

Saya kepingin punya website pribadi..... :D dan menulis lagi... It's my passion in my life, being an author

Sunday, March 18, 2012

The world isn't stop spinning

Pada saat kegagalan datang, biasanya kita akan menghentikan waktu yang berpusar disekitar kita untuk berduka cita. Namun terkadang, duka cita tersebut terlalu lebur dalam kekecewaan kita menyebabkan terlalu larut dan malah realita dan mimpi menjadi bertukar tempat, dan dunia kitapun berhenti berputar.

Tapi disisi lain, saya tercolek dengan pernyataaan "Ketika kita berhasil meraih mimpi dan berhenti untuk merayakan hal tersebut dan berpuas diri, itu adalah awal dari kegagalan kita"

Jadi mana yang bener?

Semuanya.
Terlalu larut dalam duka cita, maupun suka cita merupakan awal dari kegagalan kita, terutama sebagai mahluk hidup yang bekerja keras untuk eksistensi dan mewujudkan cita-cita di dunia ini. Saya menyadari beberapa hal ketika menyaksikan serial Merlin 4, pada saat tahta Arthur Pendragon diserobot Morgana, dan Arthur dipaksa (bukan terpaksa ya.... ) untuk melarikan diri sampai waktunya ia kembali pada tahtanya, dia tersadar bahwa ternyata tidak semua rakyatnya mencintai dia. Disaat keterpurukan, dia mendapati dirinyapun dibenci sebagian rakyatnya. 
Lalu Morgana, yang membenci klan Pendragon, yang walaupun dibesarkan dengan penuh kasih sayang di istana itu, tapi dendam karena klan Pendragon menghancurkan klan Druid-nya, mengatakan kepada tangan kanannya bahwa walaupun istana sudah ada ditangannya, tetapi keberhasilan masih jauh. Larut dalam euphoria kemenangan hanya akan membuat mereka terjerumus kedalam kehancuran lebih cepat.

Nah, dengan bahasa film yang berbelit-belit, apa yang disampaikan tetap sama dengan pernyataan diatas, kan? Bersikap rendah hati dengan segala sesuatu yang dicapai bukan hanya ditujukan kepada orang-orang yang berhasil saja, tetapi juga kepada orang-orang yang gagal. 
Bahwa roda itu berputar, bahwa dunia itu tidak akan berhenti berputar.

Bukan cuma sekedar wejangan orangtua saja kalau kita harus bersabar menghadapi kegagalan dalam usaha kita. Bukan pula sekedar pengingat, kalau kita jangan lupa diri ketika sukses. Karma itu ada, apapun bentuknya, apapun istilahnya.... tetapi tidak hanya untuk keburukan, kebaikan pun menerima karmanya.

Jadi apapun yang kita alami, jangan pernah berhenti bersyukur, baik dan buruk, dunia tidak pernah berhenti berputar, dan segalanya akan kembali kepadamu.


Friday, March 9, 2012

Menikah atau tidak

Pastinya pertanyaan itu menghantui pikiran setiap lajang di muka bumi ini, setelah mengalami trauma, atau setidaknya melihat contoh yang membuatnya mematikan hasrat untuk mencintai pasangan seumur hidupnya. Kata maaf setelah melukai perasaan seseorang tampaknya sekarang tidak memiliki taji lagi, pengertian sudah menjadi barang mahal karena sikap defensif pertama kali sudah telanjur mengkaver pribadi seseorang untuk mencegahnya dilukai. Atau, rasa takut mendapati pasangan tidak setia lagi dan melihat angka perceraian yang menanjak lumayan now adays.

Tapi menurut saya, menikah itu perlu. Dalam hidup, kita memiliki banyak sekali permasalahan dan perjuangan untuk melewatinya tidak mudah. Memiliki sandaran hidup itu perlu, tapi tentu saja bukan cuma bicara itu. Sharing, konektivitas dan pengertian termasuk didalamnya. Cinta akan tumbuh jika semuanya terpenuhi, jadi bukan bicara cinta semula. Cinta yang muncul pada saat kita belum menyatu, tidak akan bertahan lama, karena ujian dan permasalahan yang bertubi akan memberangus api cinta semula menjadikannya padam, disitulah muncul pertengkaran tak berujung yang mengakibatkan perpisahan. Tapi apabila persamaan visi, kasih, pengertian dan segala kualifikasi dalam bahtera pernikahan terpelihara akan menumbuhkan cinta lebih dalam dari itu. Cinta sesudah lebih kuat dan membahagiakan daripada cinta sebelum... Itulah yang terpenting.

Kata orang, cinta itu tak ada logika. Betul. Coba saja, dimana logikanya seorang yang sudah memaafkan kesalahan berkali-kali bahkan masih memelihara cinta sedemikian besarnya pada seseorang yang sudah menyakitinya berkali-kali? Bandingkan dengan yang sudah kehilangan nyala api cinta akibat traumatik berkelanjutan. Semuanya benar, karena pilihan, bukan logika. Saya memilih untuk merasakan bahagia, saya tidak mau kehilangan sisa umur saya dengan bahagia. Makanya saya memilih untuk berjalan sendiri dengan anak-anak. Cinta yang akan melindungi saya akan datang suatu saat nanti. Bagi saya hidup tanpa cinta itu ibarat tiada jiwa sebelah..

Menikahlah, apabila memang mantap dengan pilihanmu. Menikahlah, dan dalami segala resikonya. Jangan dengarkan pihak lain, walaupun itu keluargamu sendiri. Bangunlah bahteramu, dan bahagialah.....

Wednesday, March 7, 2012

Hasrat Cinta

Bila sudah tak mungkin hasrat cinta menyatu
Walau rasa itu masih ada
Bahkan telah jadi bagian dalam hidupku

Jangan coba tanyakan ketulusan cinta ini
Hanya engkaulah satu harapan
Dan juga satu tujuan dalam hidupku
Kasih

Biarlah cintaku melayang jauh (tiada ragu)
Akan kuceritakan pada dunia
Rasa cinta yang ada

Biar badai datang dan mengguncang hatiku
Percayalah kasih, tiada 'kan terhapus cinta

Saturday, February 11, 2012

Balada Bos Dari Neraka Pt. 3

Ewh.... baru pulai ngeblog lagi setelah sekian lama, sebulan mungkin :D Soalnya saya sibuk menata perasaan saya yang ngga keruan sepanjang awal bulan awal tahun, spesiali nih menyusun sisa-sisa pengadaan, yang saya sesalkan sungguh banyak menyelewengnya. Menyeleweng dimana? Bos neraka saya itu mengembalikan sisa anggaran sekian banyak, tanpa sadar (atau malah ngga mau sadar) masih banyak hal yang terlewat dari yang seharusnya.

Oh Tuhan, saya mengelus dada sajalah. Sedih sekali deh, menyadari banyak yang terlewat dari pengadaan. Bos yang sungguh tidak bisa diajak berbicara, bos yang pengen idup lurus tapi bloon salah perhitungan. 

Kemaren diajak ngobrol sama wartawan yang nginep di kantor, atas order manusia satu itu. Saya pribadi sih ngga suka sama orang diluar konteks yang ikut make fasilitas pemerintah, saces LSM, wartawan.... ya gini gini deh... (Sayang banget bos saya yang pengen dikenang orang sebagai orang suci, tapi salah tempat ini takut banget sama LSM... Dia pernah bilang mendingan ngadepin mereka daripada jaksa... helooowww???? banyak amat dong yang bakal dijeblosin kepenjara! Emang kapasitas penjara itu unlimited? Bheww... bodohnyaa....) 
Tapi biar deh, mereka liat sendiri, hati malaikat (hueekksss....) bos saya yang cenderung goblog menjerumuskan diri sendiri itu bakal ngebawa hasil yang bagaimana buat hidup dan kelangsungan keberadaan kantor saya (hiks...)

Yang pasti, saya ngga mau pusing sampe kena stroke ato serangan jantung. Ah, btw, bos saya baru keluar rumkit setelah 2 mingguan dirawat. Katanya sih serangan jantung, dan saya ngga mau repot-repot bermanis muka ngebesuk dia, daripada judes saya kambuh? (Dan dia berbakat sekali membangkitkan emosi saya dengan hanya kehadirannya saja.. T_T sungguh sesuatu terlalu..) Eh, maaf ya, ngga bermaksud menghasut para perempuan di kantor, yang tadinya udah siap mau besuk jadi batal gara-gara pas ngajak saya, saya bilang engga :D
Just enjoy urday, bos.. and think. What u did, give u this fruit... 

Saturday, December 31, 2011

wishes

Kalau orang mulai membuat resolusi tahun baru, saya lebih kepingin membuat pengharapan di tahun yang baru. Segala sesuatu yang terjadi pada saya sepanjang hidup saya terutama, ngga cuma setaun belakangan ini, itu membuat saya bersyukur, saya masih dianugrahi rasa bahagia. Anak-anak yang hadir dalam hidup saya, walaupun bandel bandel (-____-) tapi mereka cahaya hidup saya. Pekerjaan yang memberikan pengharapan akan kelangsungan hidup. Pria terkasih yang membuat saya merindu dan bertambah mensyukuri alasan saya berada di dunia ini dengan semua permasalahan beratnya.


Mudah-mudahan keinginan saya untuk lebih berbahagia dengan keluarga kecil saya ini tercapai, amien.
Happy New Year 2012!!!

Friday, December 30, 2011

Resolusi

Tanggal berapa sih ini?
O mai gat! Udah tanggal 30 Desember 2011, besok malem udah new year eve. Pantesan saya melihat wall fesbuk saya sudah banyak berseliweran apdetan status yang menyatakan resolusi untuk tahun yang akan datang, tahun keramat yang bikin deg-degan hampir seluruh manusia dimuka bumi ini karena kehebohan ramalan yang-yah-gimana-yah?? itu. Sesuatu banget.... -____- tahun 2012.
Resolusi macam apa sih yang bakal dilaksanakan, dikerjakan, kalau perlu bener-bener terpenuhi total di tahun yang akan datang? (Saya aja sudah ngga mau nulis resolusi lagi, gak bisa nepatinnya!) Kebanyakan ungkapan penyesalan atas apa yang sudah dilakukan, dengan sepenuh hati namun gagal dalam pelaksanaannya, atau hasil yang tidak sesuai dengan keinginan.
 
Buat saya, tahun ini merupakan tahun yang sangat berat. Mulai dari masalah pribadi, sampai gambling yang saya lakukan dengan niat ingin menyelesaikan masalah saya, malah menambah masalah saya jadi besar. Bikin sekarang saya cuma bisa pasrah, hanya Allah yang bisa memberikan jalan. 

Dan yang saya harapkan di tahun yang akan datang adalah kebahagian, kebahagiaan yang saya cari selama ini. Karena saya ingin memulai semuanya kembali dengan lebih baik, menata hidup saya dengan lebih indah. Dan saya harapkan terkabul. Amien

Goodbye 2011, welcome 2012

Saturday, December 24, 2011

Balada Bos dari Neraka pt. 2

Yang punya sekuel bukan cuma Tersanjung sama Cinta Fitri aja ya,dimana pemeran antagonisnya kok ngga bosen-bosen ngeretokin idup khalayak ramai. Begitupun dengan bos saya itu. Dengan penampilan seperti blasteran tukang ketring versus OB (beneran, OB kantor saya pun lebih keren dari dia, bahkan dia berdiri sebelahan sama sopirnya sekalipun, bisa jadi ketuker...)
Saya tau sih, riwayat idup dia selama jadi bos disana, banyak makan korban. Korban perasaan.... Malah terakhir saya tau, bendahara kantor nyaris kena stroke karena setres ngadepin dia. Urat tambengnya tebel betuuulll..... Kalo saya cuma jadi kurus doang, dan dengan menyesalnya saya akui, limit kurus saya itu ternyata ketika disiksa sepenuh jiwa oleh bos saya itu. Apa saya sebaiknya mempertimbangkan tawaran untuk kembali menduduki posisi lama saya aja ya? Kemaren cuma 3 bulan, saya drastis 10 kilo turun, kalo setaun mungkin lumayan, jadi anoreksia akut -___- mulai ngelantur...

Kembali ke pokok bahasan. Jadi kami perlu uang untuk memberi jamuan kepada tamu-tamu kami yang ganteng-ganteng ini. Beneran loh. Dan tipikal penghuni sekolah kedinasan, begitupun tabiat tamu-tamu itu. Akademi loohhh, kepolisian loooohhh.... anak siapa dong yang bisa masuk kesituuhhhh??? Limited edition gituuhhh... Jadi, sengak bawaan orok, singkat cerita. Terlahir menjadi bos, bikin mereka tentunya punya gaya sendiri. Ngga mungkin dibiarin kelaperan bin kehausan biar kata mereka pada punya duit sendiri bisa nraktir pegawai sekantor saya, disuguhin pisang goreng ama teh anget sore-sore juga kalapnya sama kayak kuli konstruksi. Nah, itu yang mau kami lakuin, setidaknya derajat kita dimata Nyonya agak mendingan setelah dibuat mines sama bos saya yang lahirnya prematur trus divakum pula itu. Yang jadi masalah, duit.

Bendahara stres berat. Laporan dipulangin, katanya salah. Blom lagi seabrek laporan yang mesti dikerjain SKS (masih disebabkan oleh bos dari neraka), bikin runyam urusan dapur. Bos ditanya, bilang gak punya duit, saya ini cuma pns, punya keluarga, anak 4 mesti dikasih makan... astaganaga.... dikira kita anak panti semua apa, gak punya keluarga? Alesan sinting. 
Karena ngga mau terseret ke lubang barengan dia (amit-amit!), ya kami sepakat merogoh kantong kami, berapa aja yang kami punya. Namanya nutup belang, masa aib mau dipamerin sih? Seengganya ya jangan terlalu cepat lah.....

Duh, kata orang, apa yang menjadi karakter kita itu 50 persennya didikan orang tua. Saya ngga pengen kualat, tapi sayajadi bertanya-tanya, macem apa sih keluarganya, sampe punya anak model gitu yang mudah" an adanya 1 banding sepuluh juta!
Kalo cuma pelit sih masi bisa lah ngurut dada...... tapi kalo juga tengik? 
Kalo bukan pengen ngubur dia idup-idup trus atasnya di beton, kitanya yang pengen gali lobang buat nyembunyiin kepala kayak burung onta. Meranaaaaaaaa.......

Friday, December 23, 2011

Balada Bos dari Neraka pt. 1

Saya punya 3 buku curahan hati karya kerani (sekretaris) chaos@work. Stupid Boss. Si Bos dari neraka karena membuat orang dongkol sampe tembolok. Bikin pegawai ngantri buat oprasi amandel karena keseringan nelen paitnya derita hidup di bawah bos jahanam kejam tak terkira. Mending tiran terang-terangan deh, ini tiran pelan-pelan menyiksa jiwa dan raga. Buat yang mungkin mau ngerasain neraka dunia, silahkan datang ke kantor saya.

Harusnya sih beberapa hari ini saya hepi. Walaupun mud kacau gara" hormon, tapi kedatangan kadet-kadet dari Akademi Kepolisian untuk menginap di mes tempat saya bekerja membuat sedikit bersemangat walau setengah ngeri. Bagaimana tidak? Dikarenakan anaknya menjadi kadet tahun pertama, bos besar saya a.k.a mr. Major/Regent datang menginspeksi kantor. Emang sih, bos saya yang lugunya ngalahin dajjal itu sudah memberi tahu kalau yang dipertuan agung bakalan mengeksis ke kantor, jadi sayatergopoh-gopohlah datang ke kantor pagi-pagi untuk mengkoordinir anak-anak PHL yang dengan-tidak-malu-malu-saya-akui pemalas! Bebersih sepanjang pagi, dan mencoba mempersiapkan jangan sampai kacau semua.

Nunggu sejam.... dua jam..... tiga jam.... jam-jam bosan.... yang ditunggu gak muncul-muncul. Dan akhirnya saya melanglang buana sejenak, dengan keputusan balik lagi ke kantor sorean. Dan ternyata beliau itu muncul satu jam menjelang maghrib! Dan langsung mencolek sana sini yang notabene berdebu tebal. Malunya? Jangan tanya!
Eh, saya pegawai negeri ngga digaji buat nyapu ngepel ya, mending rumah saya aja kali. Itu kan tugasnya anak PHL yang udah dikasi honor gede, gayanya selangit! Selama ini dimanja dengan tidak adanya batas beda antara mereka dengan pegawai. Ternyata emongan yang salah itu, sodara-sodara...

Asyiknya menggapai teguran dari ibu Regent, bos neraka melangkah masuk *bikin saya mikir, kemana aja seehh? 
Dan omelan itu pindah ke dia. Saya dan bendahara saling sikut.Bagaimana tidak? Bos sok kalem itu dikuliahi jangan pelit, dana banyak keluarkan untuk perbaikan. Segala alesan dan kesempatan menyalahkan orang lain (yang selalu ada dalam kamusnya) dikeluarin. Ajip, sang nyonya tak bergeming. Yihaaa!! Rasakan, keadilan mulai menurunkan tajinya.

Walaupun malu kantor saya dihina dina, yah... dalam batas sewajarnya... saya masih menerima dengan ikhlas, lah memang kotor dan berarakan, mau bilang apa? 
Dan pemandangan bos neraka yang dicerca raja neraka, tentu saja menghibur malaikat jatuh seperti saya (huhuhu). Nyonya bilang, kadet siap masuk.
Asiiiikkkk.......
Enak?
Tsaaahhh... jauhhh!!!! Ternyata Neraka beku sekalipun masih terasa panas!

Apa kabar?

 Jalan-jalan, ketemu kawan  Kemudian saling bertegur sapa  Hai. Apa kabar?  πŸ˜ΆπŸ’­ Apa kabar... Saya sudah berbulan-bulan insomnia parah, wala...