Sunday, November 13, 2016

Smart In a Relationship

Dari dulu, punya hubungan spesial tapi ngga ditunjukkan itu, konon patut dipertanyakan keabsahannya. 
Karena, bisa jadi, gak ada kejujuran diantara mereka. Bisa jadi si pria punya perempuan lain, atau si perempuan punya pria lain. Atau, orang disekitar kita akan bilang "PEDULI GAK SIH DIA SAMA KAMU?"

Sekarang, setelah jaman digital, kalau gak terkoneksi si medsos, atau ngga menampilkan foto mesra bersama, HUBUNGAN KALIAN DIPERTANYAKAN LAGI.

Repot banget tetangga nih ya?

Saya bertengkar dengan pasangan, bulan lalu ketika saya bertanya, kenapa sih ngga mau keliatan berdua? Kenapa sih ngga mau foto berdua? Kenapa sih lu ribet amat jadi orang? 
Padahal kami sangat jarang bisa ketemu, sangat jarang bisa berkomunikasi even lewat aplikasi obrolan macam BBM, WA, Line bahkan email. Padahal saya juga tau, nyari bahan obrolan bagi pasangan saya itu lebih sulit daripada berenang bolak-balik dari lokasi dia ke kota tempat saya tinggal. Dia itu straight. Apa yang mau diomongin, langsung diomongin. Ribetnya, kalau dia gak tau mesti ngomong gimana, atau bagaimana mesti menjelaskan, dia ngga bakalan ngomong.
Tapi saya kemakan omongan temen-temen saya, yang make sure laki-laki kayak gitu tuh ngga jujur. Padahal saya sama dia udah sepakat lho... jujur walau sakit. Dan dia berusaha jujur walau berkali-kali diawali dengan kata "maaf".

Anyway, akibat pertengkaran itu, saya dan dia tidak teguran, hampir 1 bulan. Saya nunggu dia negur duluan, yang mana ternyata dia juga nunggu saya negur duluan. Saya kira dia marah sama saya, sementara dia mengira sebaliknya.
Apakah itu bagus? Ngga sama sekali. Dimana saya sudah menghabiskan waktu uring-uringan, mengutukinya, menangis karena kesal, sempat berpikir ya sudahlah kalau akhirnya jadi mantan.. Bahkan saya yang malas cerita sama temen aja, terdeteksi sama mereka, he's not into me. Not worthed katanya.

Padahal ,setelah menghabiskan waktu berhari-hari penuh salah paham begitu, dia kemudian mengirim pesan singkat "Masih kesal samaku?"
Nah. Siapa yang merasa bersalah sekarang?

Karena tidak ada hal prinsip yang diributin. Cuma gak bisa nampang berduaan aja. Setelah berbaikan, kembali ngobrol seperti biasanya, ketika ketemu lagi dengan pasangan, dia bilang "Ini bukan masalah berduaan atau foto berdua. Yang penting itu REAL."

Masih mau diubek-ubek dengan komentar "Kalo real ya tunjukin dong"?

Semalem saya baca artikel, judulnya Here's Why Happy Couple Post Less About Their Relationship. http://www.businessinsider.com/happy-couples-post-less-about-their-relationships-on-social-media-2016-9?IR=T&r=US&IR=T

Lalu, saya melihat teman saya posting di Instagram, tentang profil Jane, yang tidak pernah berbagi sedikitpun tentang betapa dia mencintai partnernya di media sosial apapun, Jane smart. Be like Jane. Dan teman saya itu mendelete satu akun media sosialnya.

Ketika media sosial sekarang penuh sampah dan fitnah, satu-satunya yang dilakukan untuk memanfaatkan media sosial yang kita miliki hanyalah berbagi informasi berguna (tidak termasuk share link goblog atau LIKE kalau mau masuk surga dsb..), atau berjualan. That's it.
Bukan berisi adu mesra dengan pasangan, kebahagiaan dengan keluarga. Padahal kita gak tau ya, apa isi di baliknya.

Beberapa hari sebelumnya, membaca postingan dari temen FB, yang katanya diinbox oleh perempuan yang mengaku sedang berta'aruf dengan suaminya. Foto udah bener, cuma data aja yang salah. Beruntung, si temen ini tidak keburu kalap dan langsung bertanya dengan suaminya. Dengan bersumpah demi Allah, suaminya mengatakan tidak sedang berta'aruf untuk berpoligami.

Bayangkan.

Betapa keji dan mengerikannya hal-hal seperti itu. Bukti dari media sosial, bisa jadi melemahkan rasa percaya kita kepada pasangan. Walau mungkin media sosial memberikan bukti yang sebenarnya, pada intinya, sebaiknya menghindari terlalu banyak berbagi kebahagiaan dengan 'orang lain' di medsos. Lebih bagus lagi, tidak sama sekali.

Jangan bertengkar dengan pasangan dan membaginya di media sosial, jangan mengumbar kemesraan di media sosial, jangan kebanyakan selfie di media sosial juga...
Simpan saja cinta dan bahagiamu untuk hidup nyatamu.

Pasangan saya bilang, media sosial bukan tempat untuk itu. Pentingkah LIKE pada postingan kamu?

Saya jawab, iya kalau jualan. Kalau ngga, anggep aja hadiah.





Friday, October 28, 2016

Bertanya pada sang Pencipta

Jika ada yang mengganjal dalam hati, patutnya bertanya pada sang pemilik hati. Karena Dia lah sang Maha Mengetahui isi hati, Maha Pembolak-balik hati.

Perih kadang tak tertahan jika kita merindukan sesuatu. Entah seseorang, entah waktu, entah materi, entah masa lalu kala hidup masih terasa mudah.

Muvon itu tidak semudah diucapkan, wahai kawan. Sering kali terucap hanya karena kesombongan diri yang tak terukur, mencoba menjalaninya, atau malah tidak mau ditertawakan.

Memahami diri adalah yang terpenting daripada memahami orang lain. Kemampuan kita memahami diri dengan bercakap-cakap dengan hati dan sang Pencipta, akan membuat hidup terasa lebih mudah ketika kita harus bergerak maju menjauhi masa lalu. Berbaik sangkalah kepada sang Maha Pengasih. Segala kejadian yang dialami, sudah pasti membawa hikmah kebaikan untuk diri.
Mudahkan membicarakan hal itu terhadap diri sendiri ketimbang mendengarnya dari orang lain. Karena orang lain, tetaplah memiliki keterbatasan sebagai manusia biasa. Hanya Dia lah yang mengerti isi hari kita, yang bahkan tidak kita sadari.

Bicara rindu.
Jika merindukan seseorang, alangkah baiknya mendoakannya. Titik rindu tertinggi adalah ketika saling mendoakan. Mendoakan agar yang ada dalam hati dan pikiran selalu dijaga oleh sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Bukan sekdar perkataan belaka, tetapi ketika jemari bahkan bibir tak mampu berucap, memang tertinggal doa yang bisa terkirimkan.

Tetaplah mengingat sang Pencipta, karena tiada sahabat sejati selain Dia.

Wednesday, October 26, 2016

Pilihan kamu adalah tanggung jawabmu

Beberapa hari ini lagi seru pada share berita koran online tentang penangkapan co-founder Dream 4 Freedom (D4F) yang sempet booming tahun 2015, menghasilkan (katanya) banyak milyarder mendadak. Sampe penuh setiap sudut tempat nongki sama rombongan anak muda yang bergabung di D4F yang sibuk prospekin orang. Saya juga sempet ditawarin sama temen, yang awalnya dia bilang sih, arisan.

Lumayan ya untungnya, 1% sehari. 15 hari aja udah balik modal. Karena saya lagi belajar jadi anak baik-baik dan sedang belajar tentang RIBA, makanya saya cek dulu info soal D4F ini via gugling. Dikasih juga sih sama temen saya, link blog orang yang udah boomer duluan. Sesuai dugaan sih, bisnis ngaku binary tapi tanpa produk pasti dan menjanjikan sesuatu yang TIDAK MASUK DIAKAL, saya anggep riba. Saya tolak, semenggiurkannya uang cepet itu.

Idealis? Ya engga. Namanya usaha ya, cuma lampu Aladin yang bisa ngeluarin jin yang bisa bikin kaya mendadak. Pesugihan aja butuh waktu dan pengorbanan berat untuk ngedapetin apa yang dipengen kok. Dikira piara tuyul mudah? Dapetinnya juga susah. Intinya, segala yang cepet pasti di muka bumi ini cuma Mie Instant.

Saya lihat banyak temen-temen saya yang ikutan. Pajang iklan di DP BBM, sibuk BC sehari bisa 5x, pamer hasil pertama, kedua, ketiga... Pokoknya rusuh. Kalau nawarin saya, pasti saya nasehatin. Abisannya, gak mau negur saya lagi :)))

Sekarang jaman kontemporer. Digital. Semua serba was wes, cepet. Iya. Yang berkembang teknologinya, bukan rezekinya. Semua tetep perlu usaha yang konsisten dengan komitmen, supaya berkelanjutan. Awet. Panjang usianya.

Bener juga kan.

Mulai rontok dari akhir tahun kemarin. Kasak kusuk ada yang bonusnya gak dibayar. Ada yang upline-nya ngilang. Pokoknya banyak macem deh. Lalu kemudian, sekarang rame, co-foundernya tertangkap.

Para pelaku bisnis ini menuntut agar uang mereka dikembalikan.Sekian ribu anggota dari bisnis ini, menuntut agar uang mereka kembali, dan si co founder dihukum penjara. Dihukum sih mungkin iya. Tapi uang mereka kembali? Mungkin sulit. Mengingat banyak sekali kasus penipuan bisnis dengan skema ponzi .


Semua ini, berawal dari pilihan. Pilihan si member, dia mau join atau tidak. Info di berita mengatakan, mereka yang bergabung ada yang menggadaikan SK, ada yang menggunakan deposito pendidikan anak, ada yang menjual harta benda. Gaes, that's your fault anyway...
Tidak patut dikasihani kalian yang menggadaikan segala harta benda milik kalian untuk mendapatkan hasil instan, semenggiurkan apapun iming-iming itu. Karena orang yang beneran mau meningkatkan taraf hidup, harus bekerja keras, se-part time apapun pekerjaan yang dilakoni disamping pekerjaan utama.
Ini juga menyangkut tingkat kecerdasan kalian. Karena hanya orang-orang bodoh yang menginginkan hasil instan. Bahkan doa kepada Yang Maha Kuasa saja tidak serta merta terkabul.

Hidup itu ngga ada yang enak. Lalu, ngga ada orang yang ngga mau ngga enak hidup. Tapi semua ada pengorbanan dan upaya yang dilakukan untuk mencapai taraf itu. Jangan cuma ngiler bisa dapet ini itu.

Saya mengobrol dengan salah satu leader bisnis yang menggunakan skema binary untuk pengembangan jaringannya. Si leader ini sedih, karena menurutnya dia cukup dekat dengan si co founder yang tertangkap ini, dan juga sharing ilmu.
"Dia orang yang cerdas"

Tanggapan saya kalem. Orang itu cerdas dengan cara yang salah. Mungkin si leader beranggapan dia cukup dekat, saya melihat dari orang-orang yang lebih dekat lagi dengan co founder itu, yang pula sudah memperingatkan supaya tidak terperosok terlalu jauh. Barangkali akhirnya memang harus diingatkan dengan cara seperti ini.

Ngga ada yang perlu disesali dari dia yang menggunakan kecerdasannya membangun suatu bisnis walaupun akhirnya hancur juga. Mungkin dia memang mencoba membuat suatu bisnis yang memudahkan orang banyak. Ya walaupun niat sama kenyataan berbanding terbalik. Salah orang-orang yang masuk jadi member bisnis itu? Ya ngga juga.

Semua jelas pilihannya. 

Jadi, ambillah pelajaran dari semua kejadian ini ketimbang hanya tuntut menuntut. Bisnis jaringan memang merupakan bisnis masa depan. Mengapa? Karena MEMPERKECIL MODAL USAHA. Entrepreneur atau wirausaha, juga merupakan bagian dari bisnis masa depan, dengan menggunakan teknologi digital. Diharapkan dalam perkembangan perekonomian, sistem marketing sudah lebih mobile di masa yang akan datang. Namun bukan berarti kita gampang tergiur lalu terburu-buru. Amati dan pelajari sistemnya. Semua ada panduannya. Jangan terburu-buru. Tidak perlu merasa tidak enak menolak jika belum yakin. Dan pastikan, modal yang dikeluarkan sesuai dengan yang didapat.

Tambahan untuk bisnis jaringan, pastikan produknya real, make sense, dan HALAL. Hasil kerja kita untuk keluarga, tho? Jadi biasakanlah yang baik.

Jangan sampai salah memilih, jangan mengeluh dan jangan menyalahkan orang lain, atas pilihan yang menjadi tanggung jawabmu sendiri. ^_^

Wednesday, October 12, 2016

Bagaimana merekrut orang yang tepat untuk bisnismu.

Hari ini, dalam rangka banyak belajar, saya kepengen save tulisan yang barusan saya baca di wesite Oriflame.
Ini bagus, untuk ngebantu fokus.

Lima tahun yang lalu, Anna Stenberg mendirikan Women Executive Search (WES); firma headhunter dengan cara kerja lebih dari sekedar jaringan perekrutan tradisional untuk memastikan perempuan dengan karakter kepemimpinan yang kuat masuk dalam proses perekrutan. Di Swedia, dimana 80% dari kandidat headhunter adalah laki-laki, Anna dan timnya telah mempekerjakan lebih dari 200 pemimpin perempuan. 

Bagaimana caranya?

1. Buat deskripsi pekerjaan "Segalanya diawali dengan analisis bisnis yang baik. Artinya, kenali betul-betul Organisasi dan posisi yang Anda tawarkan. Tanyakan pada diri Anda, kompetensi dan kepribadian macam apa yang akan sukses di sini?  Selanjutnya Anda siap menentukan deskripsi profile sesuai yang Anda butuhkan - dalam hal ini di Oriflame, kita membuat Job Description yang lugas, mislanya Anda mungkin ingin mencari perempuan yang menunjukkan semangat dan minat pada kecantikan secara Online."
2.Jadilah Detektif "Setelah membuat deskripsi pekerjaan, proses pencarian dimulai. Ini sedikit mirip seperti seorang detektif. Di WES, selain melihat apa yang ada dalam jaringan kami , kami juga melihat perusahaan dan perempuan lain yang memiliki potensi, semangat dan pengalaman yang dibutuhkan untuk posisi yang sedang kami rekrut. Kami membuat daftar panjang kandidat potensial dan kemudian mengeditnya hingga daftar akhir untuk kami tidak lanjuti melalui telepon dan  wawancara tatap muka
 3. Cari secara Online, tindak lanjuti dengan tatap muka "Sebagaimana semangat untuk kecantikan adalah bagian dari deskripsi pekerjaan para Konsultan Oriflame, media sosial adalah cara yang sangat efisien dan murah untuk menemukan orang yang mungkin ingin bergabung dengan bisnis Anda. Tetapi sekali Anda telah mengidentifikasi calon potensial Anda melalui Facebook atau Linkedin, membuat pastikan Anda bertemu dengan mereka untuk memahami apa yang ada di luar kesan pertama. "
4. Pilih pekerja terbaik, bukan teman terbaik"Ketika Anda merekrut , Anda sering bertemu seseorang yang identik dengan Anda dan benar-benar Anda sukai. Karena Anda pikir mereka menyenangkan, Anda lupa tentang deskripsi pekerjaan dan ingin merekrut mereka -.Sebaiknya jangan. Terkadang, memilih seseorang dengan keterampilan/karakter yang berbeda dengan Anda akan menciptakan dinamika positif. Konsisten dengan deskripsi pekerjaan yang Anda buat dan Anda akan dapat fokus pada orang terbaik untuk posisi itu."
"Media sosial adalah cara yang sangat efisien dan murah untuk menemukan orang yang mungkin ingin bergabung dengan bisnis Anda"
5. Apa, Mengapa, Bagaimana "Anda perlu mengetahui detail penting kandidat Anda. Jangan hanya mengetahui  apa yang pernah ia lakukan, tetapi juga cari tahu mengapa dan bagaimana mereka melakukannya. "Bagaimana" sangat penting jika Anda ingin memahami  alasan dan motivasi mereka. "
6. Apa sisi serunya? "Saat Anda mempekerjakan seseorang, jangan lupa untuk memberitahu apa keseruan yang akan mereka dapatkan jika bergabung bersama Anda. Jawab pertanyaan ini:  Apa untungnya bagi saya?Jika seseorang akan menginvestasikan waktu, tenaga dan uang ke sebuah institusi/ perusahaan, mereka perlu tahu potensi institusi/perusahaan tersebut."


Mau nanya-nanya dengan info yang lebih lengkap? Boleh deh mampir ke www.myfunbizz.com/asriepra 

Disitu udah lengkap kontaknya.

Wednesday, October 5, 2016

Social Media Darling

Bete hari ini dipersembahkan oleh gajet yang tewas, bikin males ngapa-ngapain, termasuk males ke kantor. Jadilah mendarat di pojokan favorit di cafe bawah radio tempat biasa siaran. Makan, dan kerja. Ngerjain bisnis. Bisnis yang jadi juga ngga jelas gegara moody.

Akhirnya ngejorgok disini ngutak ngatik lepi. 

Tapi kemudian, banyak banget yang ngampirin (eleh.. banyak..... kek beken aje...)
Secara ya, kalo di radio emang siang-siang pasti rame. Kebetulan juga ketemu sama abang penyiar yang punya special program cuma tiap Rabu, bikin jarang ketemu. Jadilah ngobrol sama si abang ini.

Special program-nya ngebawain orang-orang kreatif dan keren di Palembang, dan bintang tamunya hari ini adalah seorang make up artist berlisensi. 
Dipertegas amat mbak, lisensinya.. 
Iya, maklum deh yaa... bahas orang lama yang emang ngedapetin skill-nya selain dari pengalaman, juga ikut training sampe mangkak.

Jadi ceritanya, si MUA ini curcol, berkomentar betapa banyaknya MUA abal-abal seliweran belakangan ini, bermodalkan belajar lewat youtube, dan belanja produk di Instagram dengan harga miring, entah aslik atau KW itu barang.

"Kakak bukannya gimana ya, dek.... Dulu, MUA wajib berlisensi, wajib ikut segala macem training, harus lewat uji kemahiran, baru bisa menyandang MUA. Sekarang kok kesannya dilempar-lempar gitu aja, cuma modal kuas sama gajet"

Okey, kakak. Kalau saya mau jawab enteng, itulah kekuatan dunia maya, social media. Dimana everybody can be a social media darling, cuma diujung jari, ketak ketik sering nampang, buat sensasi, yang penting percaya diri.

Jadi? Ya salahkan dunia digital sekarang ini lah... yang menghilangkan batas antara dunia nyata dengan dunia maya. Dimana positif bisa jadi negatif, dan sebaliknya.

Para social media darling ini sangat menguasai bidangnya. Ya kalau itu bisa disebut sebagai bidang, yaa... Dengan kemudahan yang diberikan oleh dunia digital ini, dengan sedikit usaha belajar memahami pernak-pernik centilnya social media, voila.... jadi deh seleb-nya socmed.

Tapi,
Ada tapinya lagi nih.... Hal seperti ini, ngga bertahan lama kalau memang cuma mengandalkan media sosial. Karena biar bagaimanapun, dunia ini nyata. Persaingan yang sebenarnya tetap ada di dunia nyata. Dan ketenaran di dunia maya, tanpa balancing dari dunia nyata, akan cepat pudarnya.

Nah, 
Kakak MUA berlisensi ngga seharusnya bete berkepanjangan dengan kenyataan ini kan? Kalau ternyata ngga seberapa lama ketahanan tenarnya, dibandingkan dengan mereka yang sudah melewati semak belukar berduri untuk mencapai kesuksesannya.

Atau.... bisa juga ikut nampang jadi social media darling :D

Friday, September 16, 2016

Your choice

Sejak memutuskan menjalankan profesi lain sebagai Social Media marketeer, saya jarang banget jadi pemerhati socmed seperti dulu, dimana eksistensi saya nyinyirin orang sok pinter yang ngeksis di socmed. Eh, bukan cuma orang biasa ya... kadang selebriti juga suka sok pinter, yang kemudia di-bully se-follower anget.

Konsentrasi saya lebih kepada jualan, jualan dan jualan online. Belajar online marketeer, personal branding lebih dalam, public speaking alot dan how to play the role. Sampai capek sendiri. Iya, capek tau maen gadget seharian demi belajar dapet duit dari gadget dan socmed.

Salah sendiri. Yaaaaa.... bener juga. It's my choice to be online learner.

Hari ini, saya udah punya to do list apa yang mau saya kerjain, dan seperti biasa saya juga yang melanggarnya. Dan saya berjalan-jalan ke media sosial yang udah lama banget gak saya toleh-tolehin, Twitter ~ oh God, dulu saya tenar banget wara wiri disono... (suka-suka :p)
Dan saya melihat tweet dari coach kesayangan saya, Didi Mudita.

"Your choice" bisa jadi kekuatan atau kutukan, jadi hati-hati dengan pilihanmu pagi ini. Mau jadi sadis atau manis? Mau dendem atau demen? CHOOSE!

Tuh.

Makanya, kalau jalan itu lurus aja. Make a decision itu pastiin aja. Gimana nanti perjalanannya itu baru 70%nya usaha, 30% kata Allah. Kenapa saya ambil perbandingan sebesar itu? Karena saya ngga mau munafik dengan 99% usaha 1% nasib. 
Pada perjalanannya, pernahkah kamu menghitung berapa kali putus asa? Karena bangkit setelah jatuh itu tidak sebanyak jatuhnya. Tergantung kamunya mau apa ngga bangkit, kalo jatuh sih pasti terus-terusan. Bahkan yang sudah setinggi langit aja masih ada jatuhnya.(kecuali jatuh cinta ya, enak terus-terusan...)

Semua tentang pilihan, mana yang mau kamu pilih. Suka-suka kamu aja, tapi itu bisa merubah hidup kamu 180 derajat. 

Mau apa? JAngan ragu. Berjalanlah sesuai dengan ingin dan pilihanmu. 

Wednesday, September 14, 2016

How deep you love yourself?

Or, how far you love yourself?

Dua kalimat ini berbeda, jelas. Dalam sama jauh. Jarak yang ngga sama, walau dikali jadi volume. Tapi inti dasarnya sih tetep. It's all about you(rself).

Kenapa ya?

Jadi gini... beberapa waktu lalu yang beneran udah lama, dasar saya aja baru sempet postinginnya di blog yang udah buluk jamuran ini saking lamanya gak kepegang, saya ngobrol dengan teman saya yang saya anggap pun guru spiritual saya, karena kebijaksanaannya dan pengetahuannya dalam tanda kutip yang cukup banyak dengan guru spiritual lainnya (ribet? jangan dipikirin, baca aja), Miss A, ketebalan kemampuan seseorang itu tergantung sebesar apakah penerimaan seseorang itu terhadap dirinya sendiri.

Mencintai diri itu ngga mudah, apalagi menerima segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Jangan membantah dengan berkata "Ah, saya ngga gitu"
Kita semua begitu. Termasuk saya.

Saya mengakui didepannya, ketika saya mungkin dihadiahi sang Pencipta dengan kepekaan yang lebih dalam terhadap orang lain, saya sempat berfikir dan berharap tidak mungkin. Mungkin saya aja yang kegeeran atau gimana gitu, tapi saya tidak seistimewa itu.

Miss A bilang "you are what you think you are"
Trus, pindah dulu ke dimensi yang berbeda, ada coach yang juga mengatakan "Vibrasi mempengaruhi bakal jadi apa dirimu"

Gak jauh beda, ya?

Intinya, sebelum kamu berkata tidak, mengertilah bahwa alam semesta tidak bekerja seenaknya walaupun itu bekerja sesuai dengan apa yang kita inginkan. At least, ketika kita berharap sesuatu, berharapnya yang positif. Berbaik sangka dengan-Nya.
Bahwa apa yang dianugerahkan oleh-Nya ada artinya untuk hidup kita.
Bahwa alam semesta akan membantu dalam keadaan apapun selama kita menginginkannya.

That's all.

Membuat saya lebih mempercayai, serapat apapun semak di jalan yang saya lalui, ketika itu ada untuk orang lain, maka saya akan memberikannya dalam keadaan apapun.

Penerimaan seperti ini hanya bisa dirangkul dengan bebas bahagia, jika kita juga membuka diri dengan lapang. Mempercayai diri, mencintai diri, menerima diri mampu melakukan dengan apa yang telah dianugerahkan kepada kita.

Kamu yakin?
Seberapa dalam cintamu pada dirimu?